Ingin Sehat, Yuk Hindari Pengawet Makanan

by CushyJogja


Posted on 2018-11-02



Tahun 2012 lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Yogyakarta menemukan setidaknya dua jenis makanan yang dijual di beberapa Sekolah Dasar wilayah Kota Yogyakarta mengandung dua jenis bahan kimia berbahaya, yaitu Boraks (pegawet) dan Rodamin (pewarna). Temuan semacam ini tentu sangat memprihatinkan. Terlebih lagi, boraks adalah bahan kimia berbahaya yang memang tidak diperuntukkan sebagai pengawet makanan.

Meskipun begitu, zat pengawet khusus makanan tetap berbahaya.

Menurut halosehat.com, bahaya bahan pengawet timbul dalam dua jenis, gangguan kesehatan jangka pendek dan jangka panjang. Gangguan kesehatan jangka pendek meliputi kesulitan bernapas, iritasi kulit, infeksi sistem pernafasan, diare, rasa terbakar di tenggorokan, mual dan muntah, sakit kepala serta kekurangan vitamin B1. Bahan makanan seperti keripik dan buah-buah kaleng biasanya menggunakan bahan pengawet berjenis sulfit untuk menghindari perubahan warna dan bentuk. Bahan pengawet jenis ini dapat merusak kandungan vitamin B1 dalam makanan, sehingga jika bahan makanan tersebut dikonsumsi dalam jumlah banyak akan menyebabkan tubuh kekurangan vitamin B1.

Nah, kalau mengkonsumsi makanan dengan bahan pengawet tapi tidak merasakan satu pun gangguan kesehatan di atas apakah berarti bahan pengawet yang digunakan aman? Tidak. Bahan pengawet yang dikonsumsi sedikit demi sedikit oleh tubuh dapat mengakibatkan gangguan kesehatan jangka panjang seperti kerusakan jantung, kerusakan ginjal, leukimia, diabetes, kanker, tumor pada liver atau perut.

Salah satu jenis bahan pengawet yang dapat menyebabkan kanker adalah Nitrate atau nitrite. Dari kompas.com, pengawet jenis ini biasa digunakan dalam proses pengawetan daging olahan. Ketika daging olahan yang mengandung nitrate atau nitrite tersebut di masak (goreng atau bakar), zat pengawet nitrate atau nitrite tersebut akan berubah menjadi zat N-nitroso yang bersifat karsinogen atau memicu kanker.

Hidup sehat, hindari bahan pengawet

                Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Kesehatan bermula dari apa yang masuk ke tubuh kita, makanan. Jika makanan yang kita konsumsi adalah makanan sehat, akan sehat pula tubuh kita. Begitu pula sebaliknya. Makanan yang tanpa bahan pengawet memang tidak tahan lama, namun akan lebih sehat jika dikomsumsi saat fresh. Seperti Cushy dari Joga Cushy Cheese. Diproduksi tanpa bahan pengawet, cushy memang hanya dapat bertahan dua hari dalam suhu ruangan dan empat hari dalam suhu dingin. Tapi, cushy lebih sehat untuk tubuh karena mengandung banyak #ManisnyaKebaikan bahan-bahan alami yang baik bagi tubuh seperti keju, susu, telur, cokelat dan lain sebagainya. (dev)


Search
Categories