Tari Ratoh Jaroe, Representasi Nilai Kekompakan Indonesia

by CushyJogja


Posted on 2018-11-02



Asian Games 2018 dibuka dengan penampilan Tari Ratoh Jaroe. Ditampilkan oleh 1.600 siswi SMP dan SMA dari seluruh Indonesia, tari tersebut dipilih karena sanggup merepresentasikan Indonesia dan semangat yang disusung dalam Asian Games. Denny Malik, koreografer Tari Ratoh Jaroe tersebut menjelaskan bahwa tari tersebut dipilih karena dianggap sebagai simbol selamat datang. Pada bagian awal tari, para penari juga menyambut seluruh tamu yang hadir dengan bernyanyi, “Assalamualaikum, kami ucapkan para undangan..”

                Denny juga menjelaskan tentang kelebihan Tari Ratoh Jaroe yang memerlukan kekompakan. Nilai kekompakan itu yang diharapkan dapat dijunjung dalam Asian Games. Dari segi kostum, penari juga mengenakan kostum yang tertutup dan sopan, hal ini merepresentasikan kearifan dan sopannya Indonesia.

Banyak yang salah mengartikan Tari Ratoh Jaroe sama dengan Tari Saman. Dilansir dari Gardamaya, Tari Ratoh Jaroe ditampilkan oleh peremuan dan jumlahnya genap, sedangkan Tari Saman ditampilkan oleh Laki-laki dan jumlahnya ganjil. Tari Ratoh Jaroe diiringi musik Rapa’i dan Geundrang sedangkan Tari Saman tdak diriingi musik dan menggunakan suara tepuk tangan dan tepuk dada.

Tari Saman adalah tari tradisional Suku Gayo yang mendiami dataran tinggi Gayo di Provinsi Aceh. Tari ini telah ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011. Tarian ini ditampilkan dalam acara-acara adat penting dan ditampilkan bersama syair-syair dalam bahasa Gayo. Tari Saman adalah salah satu media dalam menyebarkan dakwah. Tarian yang termasuk dalam jenis tari pembuka ini mengangkat nilai-nilai pendidikan, keagaan, sopan santun, kepahlawananm kekompakan dan kebersamaan.

                Pada zaman dahulu, tari saman ditampilkan dalam pertunjukan adat tertentu seperti  upacara memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, pada masa kini tarian ini dapat ditampilkan dalam upacara pembuka acara-acara resmi seperti  kunjungan tamu negara atau pembukaan sebuah festival. Dalam begerapa literature disebutkan bahwa Tari Saman dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari gayo di Aceh tenggara. (dev)

 

Foto ilustrasi https://www.instagram.com/p/BmsH59HA7Ze/?tagged=tariratohjaroe

 


Search
Categories